“Saya menemukan bahwa tatkala Allah membiarkan Setan menyerang fisik saya, inilah satu hal terbaik yang sudah terjadi atas diri saya. Melalui hal ini, Allah menghancurkan hati keras saya dan jiwa berontak saya dan menempatkan saya pada posisi yang ditetapkan. Kini, saat saya menoleh pada hari-hari yang lampau, saya bersyukur kepada Allah dengan segala perbuatan-Nya. Jika tidak ada kelemahan fisik itu, maka hati saya yang keras dan memberontak itu tidak akan pernah dihancurkan, dan kini saya akan berada di neraka. Atau mungkin saya menjadi seorang pemabuk dan perampok ulung. Yang jelas pula, saya tidak mungkin melayani Tuhan melalui mimbar.
Kepatuhan: 3 Hal yang Membuatnya Berharga
January 20, 2018