Apa yang kita pelajari dari kisah ini?
Allah bisa melakukan hal yang baik dari pilihan-pilihan yang keliru dari leluhur kita dan bahkan hal-hal yang tampaknya alamiah seperti ada atau tidaknya hujan.
Bencana pun dapat menjadi alat Tuhan untuk mengerjalan kehendak-Nya di tengah dunia ini. Tentu saja kita melihat ini paling jelas dari Yesus Kristus yang secara tragis mati di kayu salib, namun justru bangkit dan menjadi kabar keselamatan yang dahsyat melalui kematian-Nya di kayu salib. Apa yang tampaknya berantakan dapat dibuat-Nya menjadi indah dalam rancangan-Nya!
Belajar juga dari iman Rut.
Ini bukan berarti orang Kristen boleh dengan sengaja menikah dengan orang non-Kristen demi menjadikan mereka penyembah Yesus. Memang Tuhan bisa bekerja melalui kesalahan, tetapi bukan berarti kita dengan sengaja melakukan kesalahan! Kita melihat bahwa mungkin situasi tidak menentu dan sulit. Justru iman kita diuji pada saat kesulitan dan kesesakan. Tidak ada yang diuji ketika semuanya berjalan lumayan. Iman seseorang diuji entahkah pada saat kita sedang berada di puncak atau dalam lembah yang paling kelam. Tetapkah kita bisa berseru kepada Allah dan setia kepada-Nya?
Iman Rut menunjukkan bahwa terkadang orang-orang yang paling tidak meyakinkan pun ternyata bisa lebih beriman ketimbang orang percaya sendiri.
Mungkin ada orang di sekitar kita yang belum beriman kepada Kristus. Mungkin kita merasa lebih baik dari mereka. Hari ini kita melihat bahwa Tuhan seringkali menunjukkan kepada orang-orang beriman bahwa terkadang orang-orang yang paling tidak kita dugalah yang justru menunjukkan kualitas iman yang luar biasa. Kalau kita sudah terlalu sombong karena kita beriman, marilah berbalik dan sadari betapa kita juga bisa gagal seperti Elimelekh. Apabila ada orang di sekitar kita yang kita ragu ia dapat menjadi beriman, cobalah beritakan Injil dan lihatlah betapa Tuhan sanggup bekerja!