Di dalam cara pandang Alkitab, iman itu bertumbuh bukan tatkala kehidupan sedang lancar. Sebaliknya iman itu bertumbuh pada saat segala sesuatu terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Saat iman mengalami guncangan, ia makin bertumbuh. Melalui guncangan itu, Allah sedang mencoba membangun iman kita. Guncangan itu pastilah tidak menyenangkan dan akan senantiasa membuat kita gelisah dan kita tidak bisa menikmatinya. Karena gelisah, kita tidak memerhatikan dan menolak proses guncangan itu dan memilih berpegang pada realita: “Ya sudah, saya begini saja”. Padahal, kata orang, no pain, no gain―tidak ada rasa sakit, tidak ada hasil.
Ketika Iman Berbenturan dengan Kenyataan
May 19, 2017
Iman yang hakikat takkan lekang diterpa kenyataan pahit maupun manis …
Menurut admin sendiri apakah keimanan tersebut dapat berubah-berubah sesuai keadaan dan kenyataan tertentu??
Mohon ulasannya min …
Makasi salam kenal …