Khotbah Perjanjian Lama

Ketika Iman Berbenturan dengan Kenyataan

Jadi, ketika kita lemah dan terguncang di dalam benturan itu, lihatlah ke “belakang”. Lihat garis hidup kita di mana Allah telah berkarya memberikan berkat dan penyertaan-Nya. Lihat Allah yang telah membuat kita ada seperti sekarang ini. Akankah Ia yang sudah menopang hidup kita selama ini akan menjadi Ia yang meninggalkan dan melepaskan kita? Tidak mungkin dan tidak akan terjadi mungkin! Ia pasti sedang membuka jalan.

Hal kedua yang membuat Kaleb dan Yosua bertahan adalah karena mereka memiliki pengharapan.

Mereka menyandarkan diri pada harapan bahwa sebentar lagi mereka masuk ke dalam Tanah Kanaan. Tuhan memenuhi janji-Nya kepada mereka dan mereka melihat janji Allah membuahkan hasil yang memuaskan, setara dengan upaya mereka bertahan di dalam guncangan. Bukankah memang harapan itu yang kita butuhkan di dalam hidup ini. Keyakinan bahwa ada sesuatu yang kita nantikan pada masa depan. Ada Tuhan yang tidak buta dan tidak tuli; ada Tuhan yang Mahamelihat dan Mahamendengar dan Ia akan melakukan sesuatu. Harapan semacam ini akan memberikan kekuatan yang luar biasa bagi kita untuk tetap bertahan meskipun situasi mencekam dan menekan kita.

1 thought on “Ketika Iman Berbenturan dengan Kenyataan

  1. Iman yang hakikat takkan lekang diterpa kenyataan pahit maupun manis …
    Menurut admin sendiri apakah keimanan tersebut dapat berubah-berubah sesuai keadaan dan kenyataan tertentu??
    Mohon ulasannya min …
    Makasi salam kenal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *