Kita berharap kejahatan bisnis yang kita perbuat tidak terungkap. Bahkan di tengah kejahatan dan kesalahan kita, kita masih mengharapkan perlindungan dan kemurahan Tuhan. Ya, walaupun kita bersalah dan berdosa, kita tidak menginginkan hukuman. Kita mengharapkan pengampunan ketika dosa itu terungkap.
Di sebuah perempatan jalan, saya pernah melanggar rambu lalu lintas. Saya sadar bahwa yang saya lakukan itu salah. Namun, toh beberapa kali saya melakukannya karena antrian di lajur itu pendek. Saya tahu itu salah, tetapi berhenti berkali-kali menunggu sampai lampu hijau menyala tentu tidak nyaman. Nah, suatu kali tepat setelah melanggar rambu itu mobil saya dihentikan oleh polisi. “Tahu Pak apa salahnya?” tanya polisi itu. Tentu saja saya tahu apa kesalahan saya, tetapi toh saya menjawab, “Hm … apa ya, Pak? Masa sih salah?” Khas orang bersalah yang berpura-pura tidak tahu kesalahannya. Polisi itu kemudian menerangkan kesalahan yang sebenarnya saya sudah tahu.