Bersediakah kita menyambut kemurahan hati-Nya dengan pertobatan alias pengakuan bahwa kita telah bersalah di hadapan sesama dan Tuhan? Pertobatan adalah pengakuan bahwa kita tidak berdaya dengan kesalahan dan dosa kita, dan memohon agar Allah melepaskan kita dari kuasa dosa itu.
Bersediakah kita menyambut kemurahan hati-Nya?