Khotbah Perjanjian Lama

Kita Berharga di Mata Tuhan

Itu semua menunjukkan betapa Allah itu sangat menghargai kita manusia yang dikasihi-Nya. Karena Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak berguna dan tidak berharga. Walau mungkin dalam pandangan manusia, kita dianggap tidak masuk hitungan karena dinilai terlalu buruk, parah dan tidak pantas, tetapi di mata Tuhan kita begitu berharga. Sekarang perhatikan, di tangan saya ini ada silet yang tajam. Saya mau bertanya: “Bisa tidak silet ini dipakai untuk memotong kertas?”  (jemaat: Bisa). Kalau dipakai untuk mencukur jenggot atau rambut, bisa nggak? (jemaat: Bisa). Sekarang saya akan mempergunakan silet ini memotong balok kayu ini, bisa nggak? (jemaat: Nggak bisa; Sulit). Bayangkan, dengan silet ini saya akan menebang pohon yang besar, mampu nggak ya? (jemaat: Nggak mampu; Nggak efektif). Ya, betul. Baiklah, di tangan saya ada sebilah kapak. Kembali saya akan bertanya kepada Saudara-saudara. Menurut Saudara, kapak ini bisa nggak dipakai untuk menebang pohon? (jemaat: Bisa). Seandainya kapak ini dipakai untuk memotong kain atau kertas, bahkan untuk mencukur jenggot, bisa nggak? (jemaat: Bisa, tapi kesulitan). Ya, saya sependapat dengan Saudara. Melalui peragaan ini, saya ingin menunjukkan bahwa setiap orang itu unik, penting, dan berharga tergantung fungsi kita masing-masing. Jangan pernah menganggap rendah orang sebelum Saudara memahaminya. Demikian juga, kita harus betul-betul memahami bahwa keberhargaan kita di hadapan Tuhan juga unik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *