“Oh ya, siapa dia?” tanya Y. “Namanya Yesus!” jawab saya. Percakapan kami berlanjut dengan pemberitaan pengampunan dosa dalam nama Yesus dan hidup baru yang dianugerahkan-Nya. Y tertunduk, meneteskan air mata, dan akhirnya membuka hidup-Nya bagi Kritus.
“Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat” (Amsal 18:10).
Dalam pergumulan dan kesesakan hidup, datanglah kepada Yesus. Dia akan menyelamatkan, mengubahkan, dan memberikan harapan yang baru.
(Wahyu Pramudya)