Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Nehemia: Peka akan Kehendak Allah

Dengan dipimpin hikmat Allah, Nehemia kemudian menyuruh para penguasa itu menghapus semua hutang rakyat dan akhirnya rakyat dapat kembali bekerja membangun tembok Yerusalem dengan segenap hati mereka (Neh 5:8-13). Para penguasa dengan segenap hati membebaskan rakyat dari beban pajak yang berat. Hal ini sedikit banyak juga dipengaruhi oleh tindakan Nehemia yang memberikan contoh bagaimana dia sebagai bupati, malahan ikut menyumbang dan tidak mengambil haknya sebagai bupati (Neh 5:14-18). Dan ini semua dilakukan Nehemia karena dia dikatakan “takut akan Allah” (Neh 5:15). Kata “takut” di sini bukan berarti memandang Allah sebagai suatu monster yang mengerikan, akan tetapi bermakna takut secara moral, spiritual. Mungkin kata gentar lebih cocok untuk bagian ini. Ada perasaan hormat, segan, tidak ingin membuat Allah berduka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *