Saudara, sekalipun Alkitab tidak menggambarkan bagaimana perasaan Abraham ketika mendengar perintah itu, namun saya kira sebagai manusia biasa tentu Abraham sangat bergumul untuk hal ini. Abraham tentu bersusah hati. Mungkin juga Abraham berkata dalam hatinya, “Tuhan, mengapa harus anakku? Mengapa aku harus memilih antara Engkau dan keluargaku? Mengapa Engkau menempatkan aku dalam kesusahan ini?” Sebenarnya Abraham punya pilihan untuk melupakan perintah itu, namun ia tidak melakukannya. Sebaliknya, Abraham memilih jalan pengorbanan yang begitu berat itu. Abraham tetap bertahan sampai suara itu terdengar lagi, “Abraham, Abraham… Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku” (Kejadian 22:12).
— Khotbah Topikal —
Never Give Up!
July 28, 2018