Yesus tahu bahwa hanya melalui Dia dan di dalam Dia, rencana baik Allah untuk menebus engkau dan saya dapat digenapi. Saudara, betapa menyedihkan dan terkutuknya kita seandainya saat itu Yesus menolak cawan itu. Betapa sisa-sianya hidup kita seandainya saat itu Yesus putus asa dan menyerah.
Ilustrasi
Saudara, ada sebuah keluarga yang saya kenal. Keluarga ini hidup bahagia di salah satu kota di Kalimantan. Mereka saling mengasihi satu sama lain, sebagaimana mereka mengasihi Tuhan. Namun suatu ketika cobaan itu datang. Ayah yang sangat mereka cintai divonis mengindap penyakit tumor otak stadium akhir. Seluruh keluarga sangat terpukul akan vonis ini, namun hal ini tidak membuat mereka putus asa. Sebaliknya mereka terus berjuang dan berusaha mencari pengobatan terbaik bagi sang ayah. Segala daya dan upaya mereka lakukan. Tidak sedikit biaya yang telah mereka keluarkan. Besarnya usaha dan perjuangan mereka itu, sebesar iman mereka kepada Tuhan. Di tengah-tengah pergumulan itu mereka tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan mereka sendiri. Tak pernah satu hari pun mereka lewati tanpa berdoa dan mengucap syukur bersama sang ayah yang sedang terbaring lemah itu. Setelah menjalani operasi pertama, kondisi sang ayah bukannya membaik, malah justru semakin buruk. Akhirnya tim dokter pun menyerah. 3 bulan setelah vonis tersebut dan setelah menjalani berbagai macam pengobatan dan terapi, akhirnya sang ayah dipanggil Tuhan.