Khotbah Topikal

Never Give Up!

Saudara, ketika bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir, Tuhan tidak menuntun mereka ke melalui jalan Utara yang menuju ke negeri orang Filistin, sekalipun jalan ini adalah rute yang paling pendek menuju tanah Kanaan.  Sebaliknya, Tuhan justru menuntun mereka berputar ke Selatan melalui jalan di padang gurun yang menuju ke Laut Teberau.  Saduara, berjalan menuju padang gurun berarti Israel berjalan menuju bahaya dan kesulitan, seperti kekurangan makanan, minuman serta ancaman serangan binatang buas.  Namun, di tengah-tengah kesulitan dan bahaya yang mengancam itu, Tuhan tidak meninggalkan Israel sendirian.  Yahweh bukanlah Allah yang hanya sanggup melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir, tetapi kemudian membiarkan mereka berjalan sendirian di padang gurun.  Sebaliknya, Yahweh adalah Allah yang selalu setia menyertai umat-Nya itu.  Dan penyertaan Tuhan itu diwujudkan melalui kehadiran-Nya dalam tiang awan dan tiang api,sebagaimana yang tertulis dalam Keluaran 13:21-22, TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.  Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *