Kedua, di sisi lain, fokus dari nafsu berahi yang salah adalah terjadinya pemuasan diri sendiri. Demi memuaskan diri sendiri, sesamalah yang menjadi ongkos. Dan inilah inti dari seluruh bisnis seks dan pornografi yang begitu marak di dunia maya maupun dunia real.
Ketiga, sama seperti dua dosa mematikan lain yang berada di dalam kelompok “cinta berlebihan pada hal-hal duniawi” (excessive love of earthly things), yaitu keserakahan dan kerakusan, nafsu birahi bersifat progresif, jika tidak diatasi. Yakobus menulis, “Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut” (Yak. 1.15). Kata “keinginan” sebenarnya menunjuk pada Lust (Grk.: epithumia), yaitu sebuah rasa haus atau kecanduan berlebihan yang berpusat pada kepentingan diri sendiri. Ketiga dosa mematikan ini sama-sama menimbulkan rasa haus yang celakanya dianggap dapat diatasi dengan cara minum air laut.