“Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kej. 4-7)
Kemarahan yang tidak segera ditangani, apalagi yang malah dipendam dan ditekan, bisa berbuah kejahatan yang fatal. Karena itu, “janganlah matahari terbenam, sebelum pada amarahmu.”
empat
Bagaimana memadamkan kemarahan? Pengampunan. Kemarahan sebagai salah satu dosa utama, dijawab oleh Yesus ketika Ia berseru pada Bapa-Nya dalam perkataan pertama-Nya di atas kayu salib, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lk. 23.34). Prinsip dasar inilah yang musti kita pegang erat-erat. Kemarahan, sekalipun amat manusiawi, pada akhirnya harus dijawab dengan pengampunan. Dan pengampunan itu sendiri merupakan wujud dari sikap ramah (kindness). Itu sebabnya dalam tradisi Kristen, kemarahan (anger) dijawab dengan keramahan (kindness) sebagai the contrary virtue. Keramahan terwujud secara gamblang dalam pengampunan.