Akan tetapi banyak penafsir tujuh dosa mematikan pada masa kini yang merenungkan kehidupan di zaman dietaholic ini yang juga memasukkan mereka yang secara berlebihan menaruh perhatian pada diet demi tubuh yang ramping sebagai contoh dari Gluttony. Dengan kata lain, Gluttony tidak pertama-tama menjadi persoalan jumlah makanan yang dikonsumsi, namun lebih pada cara kita menyikapi makanan. Seseorang yang menaruh perhatian berlebihan pada takaran carb yang serendah mungkin hingga rela menjangkau toko penjual bahan-bahan organik yang berada di ujung kota terkesan bagi saya sebagai seorang yang “rakus” pula. Singkatnya, mengapa Gluttony menjadi satu dari tujuh dosa mematikan sesungguhnya terletak pada aspek berlebihannya (excessiveness) dan bukan hanya pada jumlah yang disantap. Perhatian yang berlebihan pada makanan—entah yang tampil lewat konsumsi berlebihan maupun diet berlebihan—sama-sama terjatuh ke dalam dosa Gluttony, dan keduanya mengingkari makna sejati dari makan.
Seri Tujuh Dosa Maut: Kerakusan
June 14, 2017