Kedua, Gluttony secara teologis bermasalah karena seorang yang rakus hanya menikmati makanan tanpa makna kebersamaan komunal, “food without friends” (William R. White). Dan bukan hanya hilanganya kebersamaan komunal, Gluttony merupakan dosa yang menyedihkan ketika diperhadapkan dengan realitas sosial dan global, di mana 852 juta orang kelaparan di seluruh dunia, 36.3 juta di antaranya hidup di Amerika Serikat, termasuk 13 juta anak-anak. Belum lagi, setiap tahunnya, 11 juta anak-anak di bawah lima tahun mati karena masalah yang terkait dengan kurangnya pangan. Ketika jutaan orang tak pernah terpuaskan karena tiadanya makanan, Glutonny membuat orang juga tak pernah terpuaskan sekalipun di hadapannya tersaji makanan yang terlalu melimpah dan tak pernah habis. Ironi ini mendesak kita untuk mengafirmasi bahwa Gluttony adalah sebuah dosa yang mematikan.
Seri Tujuh Dosa Maut: Kerakusan
June 14, 2017