Ketiga, Tuhan Yesus mengungkapkan, bila ada dua orang wanita sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ini menunjukkan persis seperti ketika ibu-ibu sedang melakukan pekerjaan rumah… memasak, bersih-bersih rumah; tiba-tiba Tuhan Yesus datang. Mungkin Saudara sedang mencuci pakaian… tiba-tiba Tuhan datang.
Keempat. Tuhan Yesus mengumpamakan kedatang-Nya seperti pencuri. Ini juga mengungkapkan bahwa Tuhan Yesus datang pada saat-saat yang tidak kita duga. Pencuri datang ketika kita tidur. Tidur adalah kegiatan rutin setiap hari. Kalau si pencuri sudah kirim whatsapp lebih dulu ke Saudara bahwa nanti malam dia akan mencuri di rumah saudara; Saudara pasti sudah siap-siap. Betul, Saudara? Melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus mengingatkan kita supaya kita jangan terlena dengan rutinitas. Pagi berangkat, sore pulang, malam tidur… terus begitu setiap hari… itu akan menjadi rutinitas. Rutinitas itu bisa membuat Saudara dan saya terlena, tidak lagi memikirkan kedatangan Tuhan. Dengan demikian, perumpamaan ini juga sekaligus mengingatkan kita agar kita selalu menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas atau kegiatan kita sehari-hari.