Ke manakah kita hendak bersandar dari tahun ke tahun? Tidak ada hal yang pasti hari-hari ini. Satu-satunya hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Situasi politik dan ekonomi terus-menerus bergejolak. Ke manakah kita akan lari? Ke manakah kita akan menemukan keteduhan? Tidak ada jawaban yang lain, kecuali di dalam Tuhan.
Yang kedua, kita akan melihat perspektif seseorang yang namanya sangat kita kenal, yaitu Yesus Kristus.
Jika perspektif Pengkhotbah mengatakan bahwa memang kehidupan ini tidak adil, namun ada tangan Tuhan di situ, Yesus Kristus melihat hidup selangkah lebih maju lagi. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya di dalam Matius 10, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itulah hendaknya kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Tuhan Yesus bersikap sangat jujur ketika Ia mengatakan hal ini di hadapan pengikut-Nya. Ia tidak mengatakan janji-janji kosong tentang keberhasilan dan berkat yang terus-menerus kalau kita mau mengikuti-Nya. Yesus justru berkata, “Aku mengutus kamu sama seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Apa yang dimaksudkan-Nya? Tuhan Yesus tidak ingin murid-murid-Nya melarikan diri dari dunia: “Aduh dunia ini begitu susah, ya … saya berdagang, ditipu; saya married, eh … ketipu juga! Ya, sudahlah saya pergi saja meninggalkan dunia; tinggal di sebuah gunung dan tidak berteman dengan siapa pun kecuali binatang-binatang dan saya merasa akan damai sejahtera di sana.”