Para nabi dalam PL sebenarnya berbicara tentang penderitaan Mesias dan pemerintahan Mesias. Mesias harus menderita demi penggenapan rencana keselamatan bagi manusia berdosa. Ironis sekali, kehidupan yang sulit di bawah pemerintahan Romawi telah mengubah konsep Mesias dalam pemikiran orang Yahudi. Mereka tidak lagi memperhatikan figur Mesias yang menderita, tetapi hanya memperhatikan figur Mesias yang berkuasa sebagai Raja. Sekalipun Yesus melakukan banyak mujizat yang menunjukkan identitas-Nya sebagai Mesias, mereka tetap tidak bisa percaya dan menerima hal itu (Yoh. 14:11). Para pemimpin agama dan sebagian orang Yahudi saat itu telah gagal menangkap poin penting dari penderitaan Mesias yang sebenarnya telah disaksikan oleh para nabi. Bahkan murid-murid-Nya pun belum bisa menangkap figur Mesias yang menderita (Mat 16:21-23). Tidak heran jika murid-murid Yesus pun ternyata sampai menjelang kenaikan Yesus ke surga masih mengira Yesus datang sebagai seorang pembebas yang akan memulihkan kerajaan Israel (Luk. 24:21, Kis. 1:6).
— Khotbah Natal —
Aku Sudah Datang
December 21, 2019