Khotbah Perjanjian Baru

Bahaya Kekuatiran

Perbandingan dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah di ayat 32 merupakan sebuah tamparan keras bagi kita. Orang yang menguatirkan materi dan tidak berfokus pada kerajaan maupun kebenaran Allah tidak lebih baik daripada mereka yang tidak mengenal Allah. Keduanya sama-sama tidak beriman. Keduanya sama-sama mengadopsi tujuan hidup yang keliru. Melalui teguran yang keras ini Tuhan Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa kekristenan bukan sekadar tentang ritual relijius seperti bersedekah (6:1-4), berdoa (6:5-13), maupun berpuasa (6:16-18), tetapi tentang dedikasi hidup yang benar pada Allah (6:19-24) dan persandaran yang penuh pada kebaikan-Nya sebagai Bapa (6:25-34).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *