Karena kekuatiran tidak sesuai dengan logika kehidupan (ayat 25-30)
Larangan untuk kuatir muncul tiga kali di 6:25-34 (ayat 25, 31, 34). Ketiganya sama-sama dimulai dengan kata sambung “karena itu” atau “sebab itu” (dia touto di ayat 25, oun di ayat 31 dan 34). Pemunculan ini membantu kita untuk menemukan tiga alasan mengapa kita tidak boleh kuatir.
Sebagian orang Kristen beranggapan bahwa pemikiran logis adalah musuh iman. Bagi mereka, iman sepenuhnya masalah hati dan perasaan. Pemikiran semacam ini jelas tidak tepat. Allah yang trans-rasional (melampaui akal) tidak anti terhadap rasio. Ia adalah Allah yang rasional. Ia juga telah menciptakan dunia dan tatanan di dalamnya secara rasional sehingga dapat dipahami oleh manusia sebagai makhluk rasional. Itulah yang sedang diajarkan oleh Tuhan Yesus di ayat 25-30.