Khotbah Perjanjian Lama

Belajar Menerima Walau Terluka

Atau sebaliknya seperti Yusuf, kita bisa menerima kembali. Kita tidak membalas karena sadar itu adalah hak Allah. Dengan tidak membalas, kita menyediakan diri kita sebagai saluran kasih dan kemurahan Allah. Penerimaan kita menjadi tanda penerimaan Allah. Jalan yang berat dan berliku untuk menerima kembali, tetapi ingatkah kita bahwa kita pernah berjanji:

“Di hadapan Allah dan jemaat-Nya aku mengaku dan menyatakan menerima dan mengambilmu sebagai istriku/suamiku. Sebagai suami/istri yang beriman, aku berjanji akan memelihara hidup kudus denganmu, dan akan tetap mengasihimu pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, dan tetap merawatmu dengan setia, sampai kematian memisahkan kita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *