Ketika kita terluka, kita membalas. Apa yang kita rasakan ketika membalas? Puas! Ya, kita puas karena kita bisa membalas. Namun, apakah kita biasanya membalas setimpal, atau lebih berat? Misalnya, kalau mata kita dipukul dan bengkak satu, apakah kita puas hanya dengan membuat mata lawan kita bengkak satu? Tentu tidak, bukan? Ketika kita sudah membalas dengan apa yang setimpal menurut kita, apa yang kita rasakan? Puas. Ya benar, kita puas. Hm … tetapi coba pikirkan, apa yang terjadi setelah kita merasa puas? Apakah orang yang kini kita lukai juga akan berdiam diri saja? Pembalasan acap kali memang memuaskan, tetapi hal itu membawa relasi kita menuju medan pertempuran yang tak kunjung selesai.
Belajar Menerima Walau Terluka
September 1, 2017