Khotbah Perjanjian Lama

Beribadah Hanya kepada Tuhan

 

2)  Beribadah yang “Memperalat”  Allah

Kitab 1 Samuel 4 mencatat sebuah kisah. Tatkala Eli menjadi imam bagi umat Israel, mereka mendapat serangan dari bangsa Filistin, bahkan mereka sering dikalahkan. Sementara itu, ada orang yang mengusulkan supaya membawa tabut perjanjian dari Silo, dengan harapan bahwa dengan mengandalkan tabut itu, mereka dapat mengalahkan musuh. Namun, akibatnya bangsa Israel mengalami kekalahan besar; 30.000 orang mati dalam pertempuran itu. Umat Israel bukan hanya gagal memperoleh kemenangan dengan adanya tabut perjanjian itu, melainkan bahkan tabut perjanjian itu ditawan oleh musuh. Mengapakah hal ini terjadi? Bukankah tabut perjanjian adalah lambang penyertaan Tuhan? Apakah hal ini membuktikan bahwa Tuhan telah gagal? Sekali-kali tidak! Kegagalan umat Israel sama sekali bukanlah kegagalan tabut perjanjian ataupun kegagalan Tuhan sendiri. Kegagalan itu tak lain karena  mereka menyalahgunakan tabut itu, atau memperalatnya saja. Menurut hukum Taurat Perjanjian Lama, sebelum tabut perjanjian itu diangkut, terlebih dahulu para imam harus mempersembahkan korban bakaran. Lalu, setelah berdoa mereka akan mengangkut tabut itu dengan hati-hati dan penuh khidmat. Namun, dalam peristiwa ini, tabut perjanjian malah diangkut oleh dua anak Eli yang jahat. Ini pertanda bahwa umat Israel tidak menghormati Tuhan sesuai dengan tuntutan hukum Taurat. Sebaliknya, mereka hanya memperalat tabut untuk memperoleh kemenangan perang. Hal ini mendatangkan murka Allah sehingga mereka mengalami kegagalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *