Khotbah Perjanjian Lama

Beribadah Hanya kepada Tuhan

Dari dua contoh konkret di atas, kita mengetahui bahwa tindakan melayani dan beribadah yang memperalat Tuhan sama sekali tidak boleh diterapkan. Beribadah atau melayani dengan motivasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi juga tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Maka dari itu, Tuhan Yesus bersabda bahwa kelak akan ada orang yang berseru-seru kepada-Nya, “Tuhan. Tuhan!” agar dibukakan pintu baginya. Namun, ketika itu Dia akan menjawab, “Aku tidak pernah mengenal kamu!” Orang ini tidak melakukan perbuatan dosa besar sampai ia ditolak Tuhan. Buktinya, ia telah mengusir setan demi nama Tuhan, mengabarkan Injil demi nama Tuhan. Mereka ditolak Tuhan karena mereka beribadah atau melayani bukan dengan metode Allah, melainkan dengan sikap memperalat Tuhan semata.

3)  Ibadah yang Setengah Hati

Kitab 2 Tawarikh 25:2 berbunyi, “[Amazia] melakukan apa yang benar di mata Tuhan, hanya tidak dengan segenap hati.” Mengapa Amazia dikatakan beribadah atau melayani tidak dengan segenap hati? Bila kita membaca dengan cermat seluruh pasal 25 ini, kita akan tahu bahwa tatkala Amazia kembali setelah mengalahkan orang-orang Edom, ia mendirikan para allah bani Seir yang dibawanya pulang sebagai allahnya. Ia sujud menyembah allah-allah itu dan membakar korban untuk mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *