Khotbah Perjanjian Lama

Beriman : Berani Hidup dengan Pertanyaan

 

Berani Hidup dengan Pertanyaan

Kadangkala ketika kita menanyakan hal-hal seperti itu, kita merasa semua itu terjadi karena kita kurang “rohani”. Seandainya saya lebih “rohani”, maka saya akan memahami kehendak dan rencana Tuhan. Ditambah lagi dengan sorot mata penghakiman dari orang lain, yang menambah rasa bersalah kita.

Apakah ketidaktahuan kita terhadap rencana Tuhan itu karena faktor kita kurang “rohani”? Kita merasa seandainya kita lebih dekat dengan Tuhan, semua pertanyaan itu akan hilang lenyap tak berbekas. Namun, benarkah demikian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *