Khotbah Perjanjian Baru

Beriman di Tengah Badai

Kekasih-kekasih Kristus… saat saya merenungkan kembali “pelajaran mukjizat” yang harus dibuktikan melalui “ujian badai” ini, saya teringat akan mainan anak balon plastik yang sering dijual di pinggir-pinggir jalan. Balon itu bagian dasarnya diisi air dan bagian atasnya ditiup atau dipompa hingga berbentuk lumba-lumba (dolphin) atau karakter lainnya. Namanya “balon tinju”, karena memang balon itu diciptakan untuk ditinju dan uniknya setiap kali balon itu ditinju akan kembali tegak berdiri pada posisi semula, selalu begitu. Nggak percaya? Di depan saya sudah siap balon tinju. Mari kita buktikan! Yuk ditinju…  (pak Andy meninju balon berkali-kali). Betul kan, balon tinju ini kembali tegak berdiri sekali pun saya meninjunya berkali-kali? (jemaat: iya betul pak). Sekarang saya tidak lagi meninju, tapi akan menginjaknya. Coba perhatikan, bagaimana menurut Saudara-saudara dengan balon ini setelah saya injak? Tergeletak atau berdiri lagi? (jemaat: berdiri lagi). Inilah keistimewaan balon tinju ini. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa balon tinju ini akan kembali ke posisi sebelum dipukul atau diinjak? Karena pada bagian dalam, alasnya diisi air sebagai beban agar bisa tetap tegak berdiri. Tentunya juga karena balon ini diisi dengan udara. Coba kalau nggak ditiup atau dipompa pasti tidak bisa tegak berdiri… alias nglimprek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *