Khotbah Perjanjian Baru

Beriman di Tengah Badai

Seorang penyair menulis puisi tentang kesenangan dan kesedihan demikian,

Saya berjalan bersama Kesenangan,

Ia terus berkata-kata sepanjang jalan,

Tetapi ia tidak membuat saya lebih bijak

Dari semua yang dikatakannya itu.

Saya berjalan bersama Kesedihan,

Ia tidak berkata-kata sepatah pun,

Tetapi saya banyak belajar daripadanya

Ketika Kesedihan berjalan bersama saya.

Tidakkah itu benar? Kita justru didewasakan secara imani ketika sedang berada dalam kesedihan. Seperti halnya film, iman dapat diproses paling baik di dalam kegelapan. Saya tidak mengerti mengapa begitu, tetapi begitulah yang sebenarnya. Rencana Allah bagi pertumbuhan iman Saudara dan saya melibatkan badai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *