Kita tidak boleh melakukan kebaikan kepada orang lain dengan harapan akan mendapat kebaikan dari Allah. Itu bukan perbuatan yang sungguh-sungguh baik, melainkan egoisme yang terselubung. Itu adalah keagamaan yang manipulatif. Kita memperalat orang lain dan Allah demi kepentingan diri sendiri. Teologi Kemakmuran adalah contoh paling gamblang dari kesalahan ini.
Di pihak lain, kita juga tidak boleh anti terhadap berkat. Allah memang seringkali memberikan berkat atas perbuatan baik kita, tanpa bermaksud menjadikan berkat itu sebagai mtoivasi atau tujuan. Itu hanyalah sebuah pola rohani umum yang diajarkan di dalam Alkitab.