Yang dipersoalkan oleh Tuhan Yesus di 6:1-2 bukanlah tempatnya. Beberapa tindakan sedekah memang tidak terelakkan harus dilakukan di depan publik. Inti persoalan bukan tempat, melainkan hati. Motivasi orang. Itulah yang sedang disorot di sini. Kata “supaya dilihat mereka” (ayat 1) maupun “supaya mereka dipuji orang” (ayat 2) menyiratkan bahwa pokok masalah berada di sana. Untuk memenuhi motivasi buruk ini, sebagian orang sengaja memperlihatkan kebaikan mereka. Dalam budaya Yahudi, tidak ada tempat lain yang paling cocok untuk maksud terselubung ini daripada rumah-rumah ibadat (synagōge) dan lorong-lorong (rhymē, lit. “jalan-jalan sempit”). Memberikan sedekah di dua tempat ini pasti dilihat oleh banyak orang. Synagoge adalah tempat ibadah dan pusat kehidupan sosial bangsa Yahudi. Lorong-lorong selalu dipenuhi oleh para pengemis, pedagang, dan pejalan kaki. Dua tempat ini ibarat panggung yang megah bagi para pencari reputasi.
Bersedekah
October 17, 2019