3. Komplain kedua Habakuk (1:12-2:1):
Bagaimana mungkin Allah yang mahakudus memakai bangsa Babel yang kejam dan penyembah berhala untuk menghukum umat-Nya? Bukankah Babel itu lebih jahat dari umat Tuhan? Bukankah nanti bangsa ini akan memberhalakan kekuatannya? Pada bagian ini, seolah Habakuk ingin agar Tuhan mengubah rencana-Nya untuk memakai Babel untuk menghukum Yehuda.
4. Jawaban Allah bagi Habakuk (2:2-20):
Bangsa Babel akan dihukum, orang benar akan hidup oleh imannya. Yehuda pasti akan dihancurkan dan ditawan oleh Babel. Babel yang jahatpun akan dihukum oleh Tuhan. Namun, orang benar perlu belajar hidup percaya pada kasih dan kedaulatan Tuhan (2:4).
Pada akhirnya, Habakuk melihat bahwa Allah tetaplah Allah yang adil, penuh kasih, dan berdaulat. Hal inilah yang membuat Habakuk kemudian merendahkan diri dan menaikan doa penuh kepercayaan dan sukacita di dalam Allah.