Tetapi siapakah Gideon? Seorang pahlawan yang gagah berani? Orang ternama yang banyak pengikutnya? Ternyata bukan. Dia ternyata anak Yoas, seorang penyembah berhala (Hak 6:25). Di rumahnya, Yoas mendirikan patung Baal untuk disembah seluruh keluarganya, yang tentu saja termasuk Gideon. Tetapi Gideon bukan hanya penyembah berhala, dia juga seorang yang suka berdalih (Hak 6:14-17), dia juga kurang yakin terhadap dirinya maupun janji Allah (Hak 6:36-40), bahkan ternyata juga seorang penakut (Hak 6:27, 7:7-11). Bagaimana mungkin orang yang seperti itu dipakai menjadi alat Allah untuk memimpin orang Israel melawan Midian? Apakah tidak ada orang lain yang “lebih pantas” untuk tugas itu? Manusia sering minta kualifikasi tertentu untuk tugas atau jabatan tertentu, apalagi tugas jabatan rohani di gereja. Pemilihan pendeta sering lebih ketat dari pemilihan presiden. Kalau orang tidak memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan maka dia dianggap tidak cukup layak untuk memikul tugas itu atau menjabat posisi itu. Memang, kualifikasi sangat diperlukan, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah ketergantungan kepada rencana dan kehendak Allah.
Gideon: Penakut yang Berani
February 24, 2022