Khotbah Perjanjian Lama, Khotbah Topikal

Gideon: Penakut yang Berani

Dalam mempersiapkan Gideon, Allah menjumpai Gideon secara pribadi ketika Gideon sedang bersembunyi karena takut pada orang Midian (Hak 6:11). Bagi orang yang akan dikenan dan dipakai Allah, perjumpaan secara pribadi dengan Allah sangat menentukan. Sebab tanpa perjumpaan ini, tidak akan pernah terjadi relasi secara pribadi dengan Allah. Dan tanpa adanya relasi maka juga tidak akan pernah ada perdamaian dengan Allah. Gideon perlu diyakinkan bahwa yang ada di belakang dia melawan orang Midian adalah memang benar Allah Yahweh sendiri (Hak 6:22-23). Peristiwa ini membawa pertobatan kepada Gideon yang dinyatakan dengan membuat mezbah bagi Allah dan menamai mezbah itu “TUHAN itu keselamatan” (LAI). Kata yang dipakai sebenarnya adalah Yahweh Shalom, yang berarti TUHAN pembawa damai (Hak 6:24). Jelas ini merupakan pengalaman pribadi Gideon yang merasakan adanya damai sejahtera setelah perjumpaannya dengan Allah. Penyembah Baal itu telah bertobat,merasakan dan mengalami damai sejahtera dari Allah, dan kemudian menjadi penyembah Yahweh. Tetapi dia harus menyatakan pertobatannya ini kepada orang lain. Dan dia juga harus menyatakan kepada orang Israel bahwa dia telah diangkat oleh Yahweh menjadi hakim Israel. Allah menghendaki Gideon memimpin orang Israel berperang melawan orang Midian dan membebaskan mereka dari penindasan orang Midian. Dan konfirmasi itu harus dimulai dari dalam rumah tangganya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *