Maka Allah menyuruh dia merobohkan mezbah Baal di rumahnya dan mendirikan mezbah Yahweh sebagai gantinya. Gideon “taat” merobohkan mezbah Baal itu, tetapi rupanya Gideon melakukan itu dengan ketakutan. Alkitab mencatat bahwa Gideon melakukan perintah Allah pada malam hari berarti sebenarnya dia takut. Tetapi justru melalui peristiwa itu dia merasakan dan mengalami, untuk pertama kalinya, pertolongan Allah melalui tindakan ayahnya yang melindungi dia dari ancaman orang-orang (Hak 6:27-32). Ini merupakan pengalaman pertama Gideon akan penyertaan dan pemeliharaan Allah bagi dia. Dalam situasi yang menjepit dia karena orang banyak mulai marah, Yoas ayahnya, tampil membela dia. Padahal Yoas sendiri yang telah mendirikan mezbah itu. Allah dengan caranya yang ajaib telah menolong Gideon. Tetapi pengalaman itu belum cukup bagi Gideon, karena masih terlalu banyak karakter internal dalam diri Gideon yang harus “diperbaiki.” Masih banyak proses yang harus ia lalui bersama Allah supaya dia benar-benar berkenan kepada Allah.
Gideon: Penakut yang Berani
February 24, 2022