Khotbah Perjanjian Baru

Hidup Kristen yang Berintegritas

Ilustrasi

Di Jerman, ada seorang anak Yahudi yang sangat mengagumi ayahnya. Kehidupan keluarga itu sangat saleh dan agama adalah pegangan hidup mereka. Kepala keluarga itu menuntut anak-anaknya untuk taat pada ajaran agama seperti dirinya. Pada waktu anak Yahudi itu remaja, keluarganya terpaksa pindah ke daerah lain. Di lokasi yang baru itu tidak ada sinagoge. Tokoh-tokoh penting di daerah itu adalah anggota gereja Lutheran. Pada suatu hari, si ayah mengumumkan kepada keluarganya bahwa mereka semua akan meninggalkan agama tradisi mereka, Yudaisme, dan menjadi anggota gereja  Lutheran dengan satu alasan bahwa tindakan itu perlu dilakukan demi kesuksesan bisnis mereka. Anak remaja itu bingung dan kecewa atas kemunafikan ayahnya. Kepahitan dan kemarahannya tersimpan bertahun-tahun di dalam dirinya.

Ia meninggalkan Jerman dan pergi ke Inggris untuk belajar. Tiap hari ia duduk di British Museum untuk merumuskan idenya dan mengarang buku. Dalam buku itu ia memperkenalkan pandangannya tentang kehidupan secara keseluruhan dan memimpikan suatu dunia yang baru. Buku itu adalah embrio gerakan yang dirancang untuk mengubah dunia. Dalam buku itu ia menggambarkan agama sebagai candu masyarakat yang dijelaskan lewat istilah-istilah ekonominya. Hari ini ada kurang lebih dua miliar manusia di dunia yang hidup di bawah sistim yang diciptakan oleh orang yang pahit itu. Namanya, tentu saja, adalah Karl Marx. Sungguh tragis, dampak kemunafikan seorang bapak harus ditanggung oleh miliaran manusia yang tidak bisa lagi percaya kepada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *