Perintah yang lama (ayat 43)
Perintah untuk mengasihi sesama manusia bersumber dari Imamat 19:18. Ketidakadaan frase “seperti dirimu sendiri” tidak perlu dibesar-besarkan. Matius mungkin hanya berusaha menciptakan paralelisme antithesis yang sempurna antara “kasihilah sesamamu” dengan “kasihilah musuhmu”.
Orang-orang Yahudi memahami “sesama manusia” secara lebih sempit. Mereka hanya membatasi ungkapan itu pada sesama bangsa Israel (bdk. Im 19:18a “terhadap orang-orang sebangsamu”). Contoh yang jelas dari konsep populer ini tersirat dalam perumpamaan Orang Samaria Yang Baik Hati (Luk 10:25-37). Perumpamaan ini merupakan jawaban Tuhan Yesus terhadap pertanyaan “Siapakah sesamaku manusia?” yang dilontarkan oleh seorang ahli Taurat untuk mencobai Dia.