Khotbah Perjanjian Baru

Kemuliaan Hidup Anak-anak Allah

Inilah satu berkat yang indah di dalam Tuhan. Sering kali kita melewatkan kebenaran ini, sehingga kita sering kali tidak kuat menghadapi persoalan. Kenapa? Karena cara pandang kita yang salah terhadap persoalan. Cara pandang kita yang keliru terhadap penderitaan.

Kita akan melihat contoh yang nyata dari kebenaran itu dalam Daniel pasal 3. Saya percaya Saudara tahu apa yang pernah dialami oleh hamba-Nya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka bertiga dijebloskan ke dalam bara api yang menyala-nyala karena ketaatannya, karena kesetiaannya kepada Tuhan, kepada Allah Israel untuk tetap beribadah kepada-Nya, tidak mau menyembah patung dan dewa. Padahal apinya tidak biasa karena api itu berlipat tujuh kali panasnya sehingga orang yang memasukkan dan dimasukkan ke dalamnya pasti langsung terbakar habis. Tetapi, ketika Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ini dimasukkan ke dalam dapur api yang menyala-nyala itu, apa yang dilihat oleh raja Nebukadnezar? Mereka yang ada di dalam dapur api bukan hanya tiga orang, tetapi ada satu Pribadi yang bersama-sama dengan mereka. Dan itulah janji untuk Saudara dan saya. Saat kita memasuki dapur api persoalan, ada satu Pribadi yang sama di sana, yang membuat kita tidak hangus, yang membuat kita tidak akan mungkin terbakar, dan kita akan keluar dengan kemuliaan yang baru. Kita akan keluar dengan hal-hal yang baru yang Tuhan nyatakan di dalam kehidupan kita.

1 thought on “Kemuliaan Hidup Anak-anak Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *