Khotbah Perjanjian Baru

Kemurahan sebagai Kebiasaan Hidup

Itu pertama, Saudara. Kedua, mari kita perhatikan ayat 23: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Saudara… ada ndak perbedaan ayat 23 ini dengan ayat 17 tadi? Di ayat 17 tadi dikatakan Saudara harus melakukan apa pun di dalam nama Tuhan Yesus; sedangkan di ayat 23 ini dikatakan: seperti untuk Tuhan. Nah, itulah bedanya. Ayat 17 menyatakan ‘Jika saya adalah Kristus’ sedangkan ayat 23 menyatakan ‘Jika orang yang saya beri adalah Kristus.’ Contohnya begini, Saudara. Pada saat hari mulai hujan, Saudara melihat seorang ibu tidak bisa berjalan dan hanya menggunakan kursi roda. Saudara lalu menolong ibu tersebut dengan memayungi dan membantu mendorong kursi rodanya untuk berteduh. Ketika menolong ibu tersebut, Saudara berarti sedang mewakili Kristus memberikan kemurahan kepada ibu itu. Tetapi, di sisi lain, pada saat menolong ibu tersebut, Saudara juga seolah-olah sedang menolong Kristus. Paham, ya, Saudara?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *