Pada hari berikutnya, Dia akan diadili, pertama-tama di hadapan Mahkamah Agung dan kemudian di hadapan Pilatus, dan setiap peristiwa pengadilan atas diri-Nya itu adalah suatu olok-olokan atas keadilan semata;
bahwa mahkota duri akan dikenakan dengan paksa di atas kepala-Nya;
bahwa paku-paku akan menembusi kedua tangan dan kaki-Nya;
bahwa Dia akan ditinggalkan sendiri oleh Bapa surgawi, yang membiarkan Dia sendiri pada suatu sudut semesta ini sebab dosa umat manusia yang sedang ditanggungkan-Nya itu.