“Saya tidak membawa apa pun di tangan saya ya, Tuhan, Saya hanya bergantung pada salib-Mu saja!”
Melalui Iman
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.”
Pada butir yang kedua, Paulus menyampaikan kepada kita bahwa keselamatan bukan diraih dengan hasil usaha kita yang benar, tetapi oleh iman yang polos seperti keyakinan atau kepercayaan seorang anak kepada orangtuanya.
Kini iman keselamatan itu mencakup dua hal:
Pertama,
Percaya pada fakta yang diperbuat oleh Yesus Kristus—Siapakah diri-Nya dan apa yang telah diperbuat-Nya.
Banyak orang modern dewasa ini yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. Mereka menilai Dia sebagai tidak lebih dari seorang yang agung, guru agung, seorang yang memberikan pengaruh moral yang besar. Banyak orang yang tidak percaya bahwa kematian Yesus di atas salib menggenapkan karya penebusan dosa dan justru melalui kematian-Nya itulah Dia telah memenuhi tuntutan keadilan Allah. Mereka melihat hal itu sebagai suatu kematian seorang pahlawan—kematian seseorang yang berkorban demi ideologinya sendiri.