Pada hari berikut, sementara ia menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju sebuah desa untuk menghadiri pertemuan sosial, seorang anak remaja melihat dari kejauhan kedatangan Dr. Lindsay. Ketika itu bulan April, namun masih tersisa salju basah di seluruh permukaan tanah. Anak ini segera membuat bola-bola salju yang lumayan besar dan keras di tangannya sambil menantikan kedatangan sang guru Sekolah Minggu itu. Dengan sambil bersembunyi di balik sebuah pohon besar, ia sekali-kali mengarahkan pandangannya serta memusatkan arah lemparan bola salju itu ke arah gurunya. Dengan sangat tepat sebuah bola salju keras melayang dan mengenai telinga sang guru sehingga guru itu merasa sangat kesakitan. Si Bobby, sang remaja yang begitu yakin dengan ketepatan lemparannya itu segera berbalik dan lari dengan cepat tanpa menoleh sekejap pun.
Keselamatan Karena Kasih Karunia
February 10, 2018