“Benar, Bobby. Kasih karunia itu ibarat alat pancing ini tatkala alat ini merupakan sesuatu yang kauperlukan meski seharusnya kamu tidak berhak untuk menerimanya.”
Sesungguhnya sesuatu yang layak diterima oleh Bobby adalah suatu hukuman dari gurunya: mungkin sebuah tamparan atau hajaran keras atas perilakunya. Namun sebaliknya, yang diterimanya adalah: kasih, pengampunan—dan sebuah alat pancing.
Kesimpulan
Dalam pengertian yang lebih luas, Allah mengembangkan kasih karunia dan belas kasihan-Nya kepada umat manusia, saya dan Anda. Sebagai ganti dari apa yang seharusnya kita terima: hukuman atas segala dosa kita, Dia mengaruniakan apa yang tidak layak kita terima, yakni pengampunan atas segala dosa kita, penyucian atas kecemaran hidup kita, penyertaan-Nya yang konstan dan bukannya keterpisahan dari-Nya, dan akhirnya surga untuk kita. Inilah yang dimaksudkan Rasul Paulus tatkala ia berkata, “Ssebab karena kasih karunia kamu diselamatkan.”