Saya rasa kita semua setuju bahwa iman kepercayaan kita kepada Yesus Kristus adalah bagian hidup yang signifikan dan sentral. Kita semua menyadari kehidupan kita ditopang oleh kekuatan yang bernama iman. Karena itulah, jika ada saudara seiman sedang dalam keadaan duka dan sedang dirundung permasalahan besar yang tidak kunjung selesai, maka kita biasanya akan menyalami tangan orang tersebut sambil berkata, “Tetap beriman, ya … berpegang teguhlah kepada Yesus Kristus”. Kita membutuhkan kekuatan iman itu, secara khusus ketika kehidupan berjalan tidak selancar yang kita harapkan.
Iman yang hakikat takkan lekang diterpa kenyataan pahit maupun manis …
Menurut admin sendiri apakah keimanan tersebut dapat berubah-berubah sesuai keadaan dan kenyataan tertentu??
Mohon ulasannya min …
Makasi salam kenal …