Tuhan Yesus kemudian mengajak para murid mengingat jejak-jejak karya Tuhan yang telah mereka saksikan. Pada waktu Dia memecahkan lima roti untuk 5000 orang, ketika Tuhan bertanya berapa bakul sisa roti itu..mereka bisa jawab: sisa 12 bakul. Pada waktu Dia memecahkan tujuh roti untuk 4000 orang, ketika Tuhan bertanya berapa bakul sisa roti itu…mereka bisa jawab: sisa 7 bakul.
Mengapa para murid diminta menjawab jumlah sisa dari roti yang mereka kumpulkan? Supaya mereka kembali mengingat dalam jejak-jejak karya Tuhan itu, betapa Tuhan berkuasa. Tuhan sanggup mencukupkan. Kalau Tuhan mempermasalahkan soal roti untuk diri-Nya sendiri, itu adalah hal yang konyol. Dia itu Tuhan yang berkuasa. Dia sanggup mencukupkan. Dia telah membuktikannya dalam peristiwa roti bagi 5000 dan 4000 orang, bahkan masih ada sisa. Dan para murid menyaksikan itu semua.