Harapan sudah ada, tapi saya merasa seperti dibanting ke bawah. Selama saya dampingi dia, tidak pernah sekalipun saya menangis di hadapannya, tapi pagi itu saya menangis di depan suami saya. Karena saya tahu, itu bukan kondisi yang baik untuk kesehatannya. Saya merasa Tuhan seperti orang PHP (Pemberi Harapan Palsu). Di dalam pergumulan itu, seorang jemaat kirimkan ayat firman Tuhan dan sebuah lagu “Trust His Heart” (nyanyikan bagian reff). Lirik lagu bagian reff: God is too wise to be mistaken, God is too good to be unkind. So when you don’t understand. When you can’t see His plan. When you can’t trace His hand…trust His heart. Saudara, di saat itulah saya tertegur dan mohon ampun sama Tuhan. Kalau saya melihatnya sekarang sepertinya Tuhan sedang berkata kepada saya seperti yang Tuhan katakan kepada para murid “Masihkah kamu belum mengerti, telah degilkah hatimu? Mengapa kamu salah mengerti akan Aku?” Saya harus akui bahwa saya sudah salah mengerti tentang Tuhan. Sebagai hamba Tuhan saya merasa tahu banyak tentang Tuhan, bisa ajar jemaat tentang Tuhan, namun ternyata hati saya masih perlu terus diajar mengenal Tuhan. Belajar mengerti akan kedaulatan-Nya, jalan-Nya, bahwa Dia bukan Tuhan yang PHP kami. Setelah peristiwa itu, saya baru mulai mengerti bahwa justru Tuhan tunjukkan kuasa-Nya ketika suami saya jalani Pet Scan dan dideteksi ada titik penyebaran di paru-paru. Bagaimana jika suami saya tetap jalani operasi tanpa tahu bahwa ada penyebaran di paru-paru. Pastilah kondisinya pasca operasi akan langsung bertambah buruk. Saya harus akui bahwa saya hanya bisa melihat apa yang di depan mata, tapi Tuhan telah mengetahui gambaran seluruhnya.
Masihkah Kita Salah Mengerti?
June 11, 2020