Ketika akhirnya Tuhan memanggil pulang suami saya, memang tidak mudah hadapi itu. Saya masih membutuhkan kehadirannya, anak-anak juga masih membutuhkan kehadiran papanya. Tapi belajar dari apa yang telah saya alami bersama dengan Tuhan, maka saya terus belajar bahwa walaupun berat yang kami jalani, tetap Tuhan itu baik adanya.
Mungkin di antara kita ada yang sedang bergumul untuk mengerti akan kebaikan Tuhan dalam situasi hidup yang berat. Pergumulan kesehatan pribadi, kesehatan pasangan, kesehatan anak, kesehatan orang tua. Apakah kita sedang hadapi situasi perekonomian yang berat, dagang sepi, usaha menurun, gaji sebagai karyawan pas-pasan sementara kebutuhan hidup meningkat?