Keempat, Yesus biasanya mengamankan pengakuan atau kesaksian publik. Ada kalanya Dia memberi instruksi spesifik, sebagaimana yang dilakukan-Nya terhadap orang yang Dia bebaskan dari kerasukan setan (Markus 5:19), sedangkan pada kesempatan lain dengan spontan ia bersaksi, seperti kisah percakapannya dengan wanita dari Sikhar (Yohanes 4:28,29).
Kelima, Yesus mempertunjukan kasih dan kelembutan-Nya kepada mereka yang akan dimenangkan bagi Dia. Ini dapat ditunjukkan sekali lagi oleh pengalaman Pekabaran Injil yang dilakukan Yesus terhadap wanita Samaria di Sikhar. Wanita itu bukan saja dinilai sebagai orang buangan masyarakat di mata orang Yahudi yang saleh, tetapi juga sebagai wanita yang diremehkan oleh warga kotanya sebab ia wanita yang suka berzina. Ia sudah mempunyai lima orang suami dan kini tinggal serumah dengan pria yang bukan suaminya pula. Namun Yesus dengan tegas sekaligus lembut menuntun wanita ini kepada iman. Melalui wanita ini, banyak orang Samaria dituntun kepada keselamatan (Yohanes 4:7-42).