Khotbah Perjanjian Baru

No Turning Back!

Saudara… saya mengatakan itu bukan berarti saya tidak percaya mukjizat. Saya sangat percaya mukjizat karena secara pribadi saya pernah mengalami mukjizat Tuhan. Selama lima tahun lebih ini saya mengalami mukjizat Tuhan, Saudara. Tanggal 28 Mei 2013 lalu saya dinyatakan sakit leukimia. Jadi, kalau hari ini saya masih bisa berdiri di hadapan Saudara; ini adalah mukjizat Tuhan. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada saya untuk melayani Tuhan. Saya tetap mengucap syukur selama lima tahun lebih ini. Namun, ada satu prinsip mengenai tanda-tanda ini supaya Saudara tidak keliru. Mudahnya begini untuk memahami perkataan Yohanes bahwa mukjizat itu adalah tanda-tanda. Tadi pagi saya berdiri di depan sana lalu difoto sama Pak Yusak (menunjukkan foto Andy Kirana berdiri di jalan menuju gereja). Lalu ini ada tulisan dengan tanda panah “Masuk ke GBI Rehobot”. Tulisan dengan tanda panah itu merupakan apa, Saudara? (jemaat: petunjuk). Ya… petunjuk arah. Kalau mau ke gedung gereja GBI Rehobot, Saudara lewat jalan yang ditunjukkan oleh anak panah itu. Nah, mukjizat sebagai tanda-tanda artinya seperti itu, Saudara…. mukjizat merupakan petunjuk arah ke sasaran sebenarnya. Misalnya saya send foto ini (menunjukkan foto Andy Kirana berdiri di bawah petunjuk arah ke GBI Rehobot) ke teman-teman, lalu saya menulis, “Saya sudah sampai di GBI Rehobot”, apakah saya betul? Salah, Saudara. Saya belum sampai ke GBI Rehobot. Saya memang sudah mendapatkan petunjuk untuk masuk ke GBI Rehobot, tetapi saya belum sampai ke gedung gereja GBI Rehobot. Saya masih ada di luar gedung gereja. Nah, firman Tuhan katakan bahwa mukjizat adalah tanda-tanda. Jadi, kalau saya sudah mendapatkan mukjizat, apakah saya sudah sampai kepada Tuhan? Belum! Jadi, kalau saya sudah diberi mukjizat kesembuhan oleh Tuhan;  lalu saya berhenti pada mukjizat itu… saya rugi, Saudara. Kenapa? Karena saya baru sampai di petunjuk arah ini dan belum sampai kepada Tuhan. Karena itu, mestinya… setelah mendapatkan tanda-tanda atau mukjizat kesembuhan dari penyakit saya; saya harus mendekatkan diri kepada Tuhan…. saya harus berada bersama-sama dengan Tuhan… saya harus tetap setia melayani-Nya… Barulah saya sampai tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *