Khotbah Perjanjian Baru

No Turning Back!

Kedua belas murid tidak menafsirkan perkataan Tuhan Yesus secara literal dan realitas tetapi secara spiritual dan beyond reality (mengatasi realita). Maka ketika Tuhan Yesus mengatakan, “Makanlah daging-Ku dan minumlah darah-Ku,” kedua belas murid itu menangkap maksudnya, yaitu bahwa Tuhan Yesus berbicara tentang diri-Nya sebagai Domba Paskah yang harus dimakan oleh oleh umat Allah supaya luput dari maut dan mempunyai hidup yang kekal (lihat Yohanes 6:54-56). Kedua belas murid Tuhan Yesus memahaminya secara spiritual. Demikian juga ketika Tuhan Yesus mengatakan, “Aku adalah roti yang turun dari surga,” kedua belas murid itu memahaminya bukan dalam arti realitas tetapi secara beyond reality, yaitu manna surgawi. Tuhan Yesus adalah makanan surgawi. Kedua belas murid memahami bahwa nenek moyang mereka makan manna selama 40 tahun di padang gurun dan mereka mati. Tetapi, apabila mereka makan roti surgawi, mereka tidak akan mati… mereka akan hidup kekal (lihat Yohanes 6:48-51). Itulah yang membuat kedua belas murid Kristus itu tidak mengundurkan diri. No turning back!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *