Kalau begitu, kita perlu tahu, Saudara… perkataan mana yang keras tersebut? Kita perlu tahu ini supaya kita tidak ikut mengundurkan diri. Pada ayat tersebut memang dikatakan bahwa orang banyak… murid-murid Tuhan Yesus mengundurkan diri karena perkataan Tuhan Yesus keras. Tetapi, Saudara… jika kita memahami ayat-ayat ini, sesungguhnya bukan perkataan Tuhan Yesus yang keras melainkan hati para murid yang keras. Hati mereka keras sehingga tidak bisa menerima perkataan Tuhan Yesus. Itu yang pertama. Para murid itu sebenarnya memahami apa yang dikatakan Tuhan Yesus. Tetapi, apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus itu tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan… tidak sesuai dengan pendapat mereka. Oleh karena itu, hati para murid itu menjadi keras. Apa tandanya bahwa hati murid-murid yang mengundurkan diri itu keras? Tandanya sangat jelas… dikatakan di ayat 61, “murid-murid-Nya bersungut-sungut.” Ini sangat berbeda dengan sikap ke-12 murid. Kedua belas murid Tuhan Yesus tampaknya juga sama-sama memahami dan mengerti apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus. Mereka tahu apa yang disampaikan Tuhan Yesus memang keras bagi manusia. Bedanya, kedua belas murid tersebut bisa menerima apa yang disampaikan Tuhan Yesus. Bisa saja apa yang disampaikan Tuhan Yesus tidak sesuai dengan pendapat mereka, tetapi mereka mau menerima. Pada ayat 68 dikatakan… perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Ini adalah perkataan dari hati yang lembut… hati yang mau menerima perkataan Tuhan Yesus sekalipun perkataan itu keras. Oleh karena itulah, kedua belas murid tidak mengundurkan diri. No turning back!
No Turning Back!
May 11, 2019